Wisata Candi Sambisari di Daerah Sleman Yogyakarta

Candi Sambisari adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Tempat wisata ini terletak 10 km dari pusat kota Yogyakarta. Untuk mencapai tempat wisata Candi Sambisari ini bisa berkendara melewati lintas jalan Yogya – Solo (melewati Bandara Adisutjipto) dan menemukan papan penunjuk menuju ke wisata Candi Sambisari yang berada di sebelah kiri jalan. Selanjutnya bisa mengikuti arah jalur jalan penunjuk.

Sejarah Ditemukannya Wisata Candi Sambisari

Pada awalnya candi ini ditemukan oleh seorang petani yang ingin menyangkul di sawah tetapi mata cangkulnya membentur relief dari candi tersebut. Candi tersebut akhirnya diteliti oleh dinas kepurbakalaan dan dipugar selama 3 windu. Candi Sambasari ini terletak di area yang tidak sejajar dengan tanah disekitarnya karena candi sambisari ditemukan dibawah tanah. Banyak dugaan mengatakan bahwa candi ini terkubur oleh larva dari gunung berapi yang meletus beratus-ratus tahun lamanya.

Candi ini sebenarnya terletak sekitar 6 meter dibawah permukaan tanah sehingga bagi pengunjung yang datang tidak akan melihat adanya candi dari kejauhan. Sebenarnya, candi ini masih belum diketahui kedalamannya karena akibat dari letak candi sendiri yang terletak tidak sejajar dengan permukaan tanah disekitarnya yang dikhawatirkan jika terus digali akan menyebabkan banjir di tempat candi tersebut. Untuk melihat bagian dari candi, pengunjung harus menuruni anak tangga yang lumayan dalam dan curam sehingga disarankan untuk berhati-hati saat menuruni anak tangga tersebut.

wisata candi sambisari

Sejarah bagian-bagian Wisata Candi Sambisari

Menurut beberapa sumber yang dilansir, situs ini dibangun pada masa kerajaan Mataram Kuno yang diperintahkan oleh raja Rakai Garung. Kemungkinannya, Candi Sambisari ini dibangun antara tahun 812 – 838 M. Hal ini belum benar-benar dipastikan karena candi ini ditemukan dalam keadaan yang tidak utuh sehingga harus disusun kembali atau dipugar untuk memiripkan bahkan menyerupai dengan bangunan yang sebelumnya. Situs Candi Sambisari sebenarnya terdiri dari candi utama dan tiga candi lainnya yang berada di depan candi utama yang disebut candi perwara atau candi pendamping. Wisata candi sambisari ini dikelilingi pagar dan juga terdapat 8 buah lingga disetiap sudut arah mata angin.

wisata candi sambisari Yogyakarta

wisata candi sambisari

Pada candi utama atau candi induk terdapat patung Makara dengan dua bintang makai. Di negara India, Makara sendiri adalah perpaduan antara binatang gajah dengan ikan atau binatang buaya dengan ikan berekor bengkok. Sedikit masuk ke bilik candi utama, di bagian dalam candi utama ini ada tempat yang digunakan untuk menyembah dewa Shiwa yang ditandai dengan adanya lingga dan yoni yang memiliki ukuran yang cukup besar. Biasanya lingga dan yoni ini dipergunakan untuk membuat air suci. Pada dasarnya relief candi induk ini berbeda dengan candi yang lain karena pada bangunan ini tidak terdapat alas yang biasanya terdapat pada candi-candi lainnya dan juga sangat polos tanpa relief apapun. Akan tetapi pada bagian atas candi terdapat relief seperti batik. Alas yang dipakai oleh candi ini pun juga menarik karena alasanya adalah tanah yang ada disekitar candi tersebut.

Ada sebuah selasar yang panjangnya sekitar 1 meter akan ditemui 3 relung yang berisi arca di masing-masing relung tersebut. Arca Dewi Durga terdapat di sisi utara dengan 8 tangannya yang mana masing-masing tangannya memegang senjata dewa. Kemudian terdapat arca Ganesha yang merupakan anak dari dewi durga yang bentuknya menyerupai gajah pada sisi timur relung. Lalu di sisi selatan terdapat arca Agastya dengan benda dilehernya seperti tasbih yang biasa disebut oleh kaum Hindu dengan nama aksamala.

Kemudian saat anda keluar dari candi induk menuju ke arah barat, anda akan melihat 3 candi pendamping yang menghadap ke arah yang berlawanan. Ketiga candi ini terlihat tidak memiliki atap pada bangunannya. Hal ini mungkin disebabkan tidak ditemukannya puing-puing bagian atap pada candi pendamping ini. Ada beberapa hal yang unik yang terdapat pada candi perwara yang berada di bagian tengah. Di dalam candi ini berbeda dengan yang lainnya. Candi perwara yang satu ini terdapat lapik yang berbentuk bujur sangkar dengan hiasan naga dan juga bunga teratai. Bunga ini berbentuk bulat dan sedikit cembung di bagian atasnya. Ada kemungkinan bahwa lapik dan juga padmasana atau bunga teratai ini dipakai untuk tempat arca dan sesajen. Di India biasanya merupakan alat untuk menyembah para dewa.

wisata candi sambisari

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk

Wisata candi ini dibuka pada jam 09.00 – 16.00 WIB. Bagi pengunjung yang datang kesini bisa langsung ke bagian informasi untuk mengetahui beberapa informasi tentang Candi Sambisari sebelum memasuki area candi. Terdapat beberapa foto proses sebelum ditemukannya candi sampai terbentuknya candi yang sudah dijadikan tempat wisata. Bagi pengunjung yang datang bisa membayar tiket seharga Rp. 5000,- per orang.

Penginapan di Sekitar Candi Sambisari

Untuk pengunjung yang ingin menginap di daerah kawasan candi sambisari, jangan khawatir kalau tidak bisa menemukan penginapan. Di daerah sekitar candi sambisari terdapat hotel berbintang bahkan penginapan yang bisa digunakan untuk back pakker sejati. Mulai dari harga yang paling murah hingga yang paling mahal ada di sini. Penginapan disini sudah terjaga keamannya dan juga beberapa penginapan tersebut dilengkapi fasilitas yang sangat memadai. Untuk mempermudah pencarian penginapan di daerah wisata Candi Sambisari bisa melalui situs agoda.com.

wisata candi sambisari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *