Menilik Keunikan Wisata Candi Sewu di Yogyakarta

Seperti yang kita ketahui, melakukan kegiatan rekreasi atau wisata adalah salah satu usaha untuk membuat pikiran kita menjadi lebih fresh. Kegiatan ini dilakukan karena kesibukan pada pekerjaan yang menyebabkan tubuh menjadi lelah dan otak menjadi lebih mudah merasakan kelelahan. Selain itu, juga mempererat hubungan antar keluarga dengan diadakannya rekreasi ke salah satu tempat wisata. Untuk melakukan kegiatan ini bisa dilakukan dengan mengunjungi tempat wisata yang dekat dengan rumah kita. Akan tetapi, jika memang memiliki budget lebih juga bisa mengunjungi tempat wisata seperti yang ada di Jogja. Salah satu tempat wisata yang berupa candi di daerah Jogja memang sudah bukan hal yang biasa untuk dikunjungi. Misalnya saja wisata Candi Sewu.

Sejarah Tempat Wisata Candi Sewu

Wisata Candi Sewu ini adalah bagian dari Candi Prambanan yang cerita sejarahnya diangkat dari kisah Puteri Roro Jonggrang dan juga Bandung Bondowoso. Candi Sewu adalah candi terbesar kedua setelah Candi Borobudur. Menurut sumber yang dilangsir, Candi Sewu lebih tua dibandingkan dengan Candi Borobudur. Candi ini dinamakan dengan nama “sewu” yang artinya seribu dalam bahasa jawa. Kompleks candi ini terletak di daerah kawasan Candi Prambanan.

Berdasarkan sejarah, candi ini sebenarnya memiliki nama “Prasada Vajrasana Manjusrigrha”. Istilah Prasada memiliki makna candi atau kuil. Sedangkan Vajrasana artinya tempat wajra yang dalam bahasa indonesia artinya intan atau halilintar yang bertahta. Dan untuk Manjusri adalah Boddhisatwa dari ajaran agama budha. Candi Sewu ini diperkirakan dibangun pada abad ke 8 dari pemerintahan raja Rakai Panangkaran. Raja ini adalah raja yang termasyhur dari kerajaan Mataram Kuno. Setelah itu, kemungkinannya candi ini dipugar dan diperluas pada masa pemerintahan Rakai Pitakan yaitu pangeran dari dinasti Sanjaya yang saat itu menikahi putrid dari dinasti Syailendra yaitu Pramodhawardhani. Keduanya memiliki agama yang berbeda yang mana Rakai Pitakan adalah penganut agama Hindu dan Putri Pramodhawardhani penganut agama Hindu. Akan tetapi pernikahan ini menjadi pemersatu antara kedua dinasti dan hidup berdampingan.

wisata Candi Sewu

Kompleks Tempat Wisata Candi Sewu

Hal ini dibuktikan dari beberapa bangunan candi yang bersebelahan persis dengan Candi Prambanan sebagai symbol adanya kebudayaan agama Hindu. Selain itu ada 249 buah candi yang tersebar di area Candi Sewu ini. Di bagian pelataran akan terlihat pintu gerbang yang berjumlah 4 yang menempati keempat sisi arah mata angin yang berupa patung Dwarapala yang memegang gada raksasa. Kemudian sedikit lebih masuk ke pelataran kedua tampak candi perwara sebagai penjaga candi utama. Total keseluruhan dari candi perwara ini sekitar 240 buah. Candi perwara ini berbentuk candi-candi kecil yang tertata rapi dalam susunan 4 kelompok dan masing-masing kelompok ini terdapat 4 deret yang menghadap kearah luar semua.

wisata Candi Sewu

Kemudian ada candi apit yang menjadi bagian dari Candi Sewu adalah candi yang berukuran kecil tetapi ukuran candi ini lebih besar dibandingkan dengan candi perwara. Jadi candi ini adalah candi kedua terbesar dari candi utama. Terdapat 8 buah candi apit yang letaknya berada di pelataran Candi Sewu dan mengelilingi candi utama. Di setiap arah mata angin terdapat candi apit.

wisata Candi Sewu

wisata Candi Sewu

Kemudian ada candi utama yang merupakan pusat dari Candi Sewu. Candi ini berada di bagian tengah kompleks yang jumlahnya hanya ada 1 dan terbesar dari keseluruhan candi. Candi ini memiliki beberapa ruangan yaitu ruang utama, 4 ruang dibagian sisi timur, serta beberapa ruangan disekitar candi utama. Semua ruangan tersebut adalah ruangan kosong, akan tetapi ada dugaan bahwa pada ruang utama dari Candi Sewu ini dulunya terdapat patung Bodhisatwa Manjusri. Akan tetapi patung ini tidak ditemukan dimanapun, hanya ada bekas batu dengan ukiran teratai sebagai tatakan dari patung tersebut.

Jam Operasional dan Harga Tiket Masuk Candi Sewu

Karena tempat wisata Candi Sewu ini merupakan bagian dari Candi Prambanan maka untuk memasuki Candi Sewu ini bisa datang ke Candi Prambanan. Jam operasionalnya dibuka pada jam 06.00 – 17.00 WIB. Dengan membayar tiket seharga Rp. 30.000 untuk orang dewasa, sedangkan untuk anak-anak yang berumur 4-6 tahun dikenakan tariff sekitar Rp. 12.500/anak. Sedangkan tarif yang diberikan kepada pengunjung mancanegara sekitar Rp. 135.000.

Rute Menuju Tempat Wisata Candi Sewu

Bagi pengunjung yang ingin mengunjungi kawasan Prambanan yang termasuk juga Candi Sewu melalui jalur Jogja-Solo, maka kalian bisa menuju ke perbatasan Jogja-Klaten dari arah Jogja. Kemudian belok kiri sampai bertemu dengan lampu lalu lintas. Ikuti jalan aspal sebelah utara sekitar 500 meter akan bertemu pagar dari Candi Prambanan. Ikuti arah pagar Candi Prambanan kemudian belok kiri setelah perempatan. Candi Sewu ini berhimpitan dengan Candi Prambanan sehingga tidak sulit untuk ditemukan. Atau kalian bisa menggunakan google maps yang ada pada smartphone anda menuju lokasi Candi Sewu yang berada di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Prambanan, Klaten.

Bagi kalian yang hanya ingin sekedar datang atau bisa untuk melepas penat di tempat wisata Candi Sewu ini adalah tujuan yang paling menarik untuk mendapatkan pengalaman baru dengan mengetahui beberapa peninggalan sejarah dan juga budaya di negara tercinta kita ini, Indonesia. Tempat wisata ini bisa kalian nikmati dengan keluarga, pasangan dan juga dengan teman-teman anda. Candi yang juga merupakan bukti bahwa perbedaan agama dan budaya bukanlah hal yang sangat mengkhawatirkan. Candi ini sebagai symbol adanya keselarasan dan keharmonisan antar umat Hindu dan juga Budha yang hidup saling berdampingan satu sama lain.

Penginapan di Kota Yogyakarta

Silahkan kunjungi link ini, jika ingin mendapatkan informasi mengenai tempat penginapan terbaik di Kota Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *