Menyibak Pesona Istana Menawan Di Taman Sari Yogyakarta

Daerah Istimewa Yogyakarta, nama ini memang sangat pas untuk disematkan pada kota ini. Karena memang  kota ini begitu istimewa dan memiliki segudang kelebihan didalamnya. Tak mengherankan bila Jogja memiliki banyak julukan kota pelajar, kota gudeg, dan juga kota wisata. Julukan ini bukan sembarangan saja disematkan, sebab Jogja memang kaya akan hal tersebut. Kota wisata misalnya, rasanya sudah tidak bisa terhitung dengan jari berapa banyak kawasan wisata yang ada di Jogja itu sendiri. Mulai dari wisata pantai, wisata pegunungan, wisata sejarah dll. Dan pada kesempatan kali ini kita akan membicarakan mengenai wisata Taman Sari Yogyakarta. Kawasan wisata ini sangat sayang untuk dilewatkan, mengapa? Simak jawabannya berikut ini.

Taman Sari Jogja

Salah satu destinasi wisata yang cantik, menarik dan memang sayang sekali bila terlewatkan adalah kawasan wisata ini. Kawasan wisata Taman Sari Yogyakarta ini merupakan wisata sejarah yang begitu unik, cantik dan menarik. Bagi anda yang belum pernah ke Jogja, destinasi wisata ini sangat recommended untuk dikunjungi. Berada disini kita akan dibawa kembali ke peradaban kuno jaman dahulu. Walaupun wisata sejarah, tetapi bangunan ini masih berdiri kokoh, begitu anggun dan cantik. Taman Sari Jogja merupakan sebuah istana air di masa kerajaan jaman dahulu. Seni arsitektur kerajaan di masa dulu begitu kental terasa disetiap sudut destinasi wisata ini. Istana yang buka dari jam 8 hingga 2 siang ini dahulu memang dibangun sebagai tempat pemandian bagi Raja dan Ratu dimasa lampau.

Wisata Taman Sari Yogyakarta

Wisata Taman Sari Yogyakarta

Taman sari memiliki luas 10 hektare yang terbagi menjadi empat bagian. Bagian pertama sebelah barat adalah danau buatan, sebelah selatan terdapat pemandian umbul Binangun. Sedangkan bagian selatan bangunan kedua tadi terdapat Pesarean Ledok Sari dan kolam Grijitawati, dan bagian terakhir yakni sebelah timur dibagian pertama dan kedua yang meluas hingga bagian tenggara adalah kompleks Magangan. Dan kesemuanya memiliki arsitektur peradaban sejarah masa dulu yang tetap terjaga puing puing peninggalannya. Untuk dapat menikmatinya kita hanya perlu membayar biaya retribusi 5 ribu rupiah saja.

Sejarah Taman Sari Yogyakarta

Pada masa perjanjian Giyanti, Pangeran Mangkubumi mendirikan sebuah kraton sebagai pusat pemerintahan kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, yang kini dikenal dengan Yogyakarta. Setelah membangun sebuah kraton yang menjadi sumbu tengah gunung Merapi dan pantai Parangtritis, Pangeran Mangkubumi yang bergelar Sultan Hamengku Buwono I ini kemudian berkeinginan mendirikan sebuah istana untuk menghormati istri istri para Sultan. Dimana istri istri para Sultan tersebut telah berjasa membantu selama masa peperangan.

Wisata Taman Sari Yogyakarta

Wisata Taman Sari Yogyakarta

Sehingga beliau memerintahkan arsitek berkebangsaan Portugis yang bernama Demak Tegis dan Tumenggung Mangundipura untuk menjadi mandor dalam pembangunan istana tersebut. Dan semua biaya pembangunan ditanggung oleh bupati Madiun Tumenggung Prawirosentko beserta seluruh rakyatnya. Istana tersebut dibangun dikawasan Selatan Kraton Yogyakarta, dan istana tersebut didirikan diatas sebuah umbul atau mata air. Sejarah Taman Sari Yogyakarta menyebutkan istana yang berjarak 500 meter dari kraton ini dikelilingi oleh segaran (danau buatan) lengkap dengan wewangian dari bunga bunga yang sengaja ditanam di pulau buatan yang sekarang dikenal dengan nama Taman Sari.

Wisata Taman Sari Yogyakarta

Wisata Taman Sari Yogyakarta

Istana ini mulai dibangun pada tahun 1758 dan baru rampung dikerjakan sekitar tahun 1765. Dengan menempati kawasan 10 hektar serta memiliki sekitar 57 bangunan didalamnya seperti gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, danau buatan, pulau buatan, dan lorong bawah air. Taman yang dulunya dikenal dengan nama “The Fragrant Garden” ini mulai aktif digunakan pada tahun 1765 hingga 1812. Dan kini puing puing sejarah tersebut dikenal dengan nama wisata Taman Sari Yogyakarta.

Wisata Taman Sari Yogyakarta

Wisata Taman Sari Yogyakarta

Lokasi Dan Rute Menuju Taman Sari Jogja

Lokasi Taman Sari Jogja begitu stategis, sebab berada di pusat kota Jogja serta berdekatan sekali dengan benteng Vredeburg. Destinasi wisata ini hanya berjarak 1,5 km dari benteng Vredeburg dan hanya 10 menit dari kraton Jogja ini, lebih tepatnya belokasi di Jl. Kompleks Taman Sari, Patehan, Kraton, Yogyakarta. Karena berada di kawasan yang strategis, para pengunjung tidak akan kesulitan menemukan kawasan wisata tersebut. Bagi anda yang ingin berkunjung dari jalur barat (Jakarta/Kebumen) dapat melalui jalan Wates lurus ke Jalan RE Martadinata-jalan kyai haji ahmad dahlan-belok kiri ke jalan nyai ahmad dahlan-lurus ke jalan ngasem-belok kiri jalan taman sari.

Kalau dari arah Magelang atau Semarang, ambil arah selatan jalan Megelang melewati jalan tentara pelajar-jalan letnan Jendral Suprapto, ambil kiri jalan Kyai Ahmad dahlan dan ikuti jalan seperti diatas. Sedangkan anda yang dari arah timur atau Klaten dan Surakarta, dapat mengambil jalur Prambanan kearah barat menuju pertigaan Janti menaiki jalan layang ambil kiri ke Ring Road Timur, jalan Kusumanegara-jalan Sultan Agung-jalan Nyai Ahmad Dahlan dan jalan taman sari. Atau bisa juga dari jalan Janti di Jogja expo center mengambil jalur jalan Ngesigindo-jalan Perintis Kemerdekaan-jalan Mentri Supeno-jalan Kolonel Sugiyono lurus ke jalan Sutoyo ke arah jalan Gading melalui alun alun selatan ambil jalan Taman Sari.

Pastinya sekarang ini anda sudah tidak sabar ingin berkunjung ke wisata Taman Sari Yogyakarta bukan. Wisata yang cantik, menarik, unik dan bersejarah ini sangat wajib masuk dalam list jadwal liburan kalian ketika di kota Jogja. Keindahannya tidak akan pernah terlupakan bagi setiap pengunjungnya. Semoga bermanfaat dan dapat menambah informasi untuk anda, terima kasih and have a nice trip.

Penginapan di Kota Yogyakarta

Silahkan kunjungi link ini, jika ingin mendapatkan informasi mengenai tempat penginapan terbaik di Kota Yogyakarta.

Wisata Taman Sari Yogyakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *